Rano, Anak Buah Kapal (ABK) SPOB Siti Ramlah 68, yang berada tak jauh dari lokasi kejadian menjelaskan, dirinya tengah duduk bersama bersama adiknya tepat di bawah jembatan dan tak lama mendengar suara teriakan yang berasal dari Sungai Mahakam.
"Awalnya saya kira orang mandi biasa tetapi dia seperti minta tolong. Saya langsung lempar pelampung, tetapi orang itu tidak mengambil, sekitar dua menit dia sudah tidak kelihatan lagi," kata pria 49 tahun tersebut kepada Korankaltim.com Senin (8/5/2023) hari ini.
Di atas jembatan warga menemukan jaket dan sandal orang yang melompat tersebut dan videonya ramai beredar di media sosial. Tim SAR gabungan yang mendengar kejadian itu langsung menuju ke lokasi untuk melakukan upaya pencarian.
Hanya berselang tiga jam lebih tubuh pria yang melompat tadi berhasil ditemukan dengan kondisi meninggal dunia tak jauh dari diduga dirinya menceburkan diri.
Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda, Riqi Efendi mengatalan dalam upaya pencarian tersebut, pihaknya menggunakan sonar atau alat mendeteksi di dalam air untuk mencari tahu lokasi korban tenggelam.
Setelah memperoleh titik yang diindikasikan terdapat pria itu, ia pun langsung menerjunkan dua penyelam ke dasar sungai.
"Setelah beberapa kali melakukan penyelemanan di titik-titik berbeda, akhirnya orang itu ditemukan tepat di sekitar pilar jembatan sedalam 4 meter tidak jauh dari lokasi melompat," ujar Riqi.
Pria itu langsung dievakuasi ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) menggunakan ambulans PMI dan dilakukan visum. "Untuk identitas belum diketahui, yang jelas berjenis kelamin laki-laki," tutupnya.
Pihak kepolisian masih melakukan identifikasi untuk mengetahui identitas pria yang nekat terjun dari Jembatan Achmad Amiens tersebut.
Editor: Aspian Nur