Dua pekerja tersebut adalah Maulana Reza yang berusia 26 tahun dan Wahyu Pratama berusia 25 tahun, dua staf yang bertugas mengambil sample atau contoh batu bara dari perusahaan surveyor di Samarinda.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda Kompol Subari saat dikonfirmasi Selasa (2/5/2023) hari ini menjelaskan terkait penyelidikan tersebut. "Saat ini masih dalam proses penyelidikan," kata Subari kepada Korankaltim.com.
Senin (1/5/2023) kemarin polisi juga telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kapal tersebut.
"Saat ini kami masih melalukan pemeriksaan saksi-saksi, baik dari pihak perusahaan, rekan dari korban yang di lokasi kejadian termasuk dengan ABK asing yang rencana dimintai keterangan malam nanti, karena masih menunggu izin dari keimigrasian," papar Subari.
"Ada sekitar lima orang yang akan dimintai keterangan, dan ini dua sedang proses," sambungnya.
Ditanya terkait dengan kegiatan muat batu bara tersebut apakah tetap berjalan atau dihentikan sementara, dijelaskan Subari tetap berjalan karena tak saling berkaitan. "Kegiatannya tetap berjalan, karena tidak ada kaitannya," ujarnya.
Jasad Maulana dan Wahyu sendiri tidak diautopsi karena keluarga almarhum tak berkenan. "Dari pihak keluarga tidak mengizinkan di autopsi dan membuat surat, sehingga kami hanya melakukan visum luar," tutup Subari.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IIA Samarinda, Letkol Marinir Triyanto mengatakan pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian.
"Kami masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian, bagaimana kronologisnya, yang jelaskan mereka sudah olah TKP," kata Triyanto secara terpisah.
Diberitakan sebelumnya, Maulana dan Wahyu ditemukan di dalam palka kapal dengan bendera Panama.
Menurut keterangan Kepala Cabang Samarinda PT Triyasa Pirsa Utama, Edy Irawan, keduanya terjatuh saat akan mengambil sample batu bara dari palka kapal, yang tengah melakukan pemuatan di perairan Muara Berau.
"Informasi dari leader sampling, mereka mengalami sesak nafas, karena menghirup gas kimia dari batu bara," kata Edy.
Editor: Aspian Nur