Setelah diselidiki diketahui mayat tersebut adalah pria bernama Sahrani, berusia 37 tahun yang sebelum ditemukan tak bernyawa dikabarkan sempat ribut beberapa jam sebelumnya dengan seseorang.
Informasi yang diperoleh media ini, diduga pelaku penikaman hingga Sahrani meninggal dunia adalah suami siri dari wanita yang biasa disapa Mama Agus, sementara Sahrani sendiri juga berstatus sebagai suami siri dari Mama Agus dan baru menikah beberapa jam dengan almarhum.
Sahrani ditemukan dengan posisi terlentang dan ada tujuh luka tikaman di tubuhnya, tiga dibagian perut, tiga di dada serta satu di bagian punggung.
Ali, warga sekitar yang menemukan jasad Sahrani kepada Korankaltim.com di lokasi penemuan jasad Sahrani pagi tadi menjelaskan, sekitar pukul 01.30 WITA dini hari dirinya yang berada di dalam rumah mendengar suara keributan dan keluar rumah, tak lama melihat seorang pria turun dari bukit di kebun tersebut dan langsung naik motor.
Pria 53 tahun itu pun bersama beberapa warga naik ke bukit untuk memastikan apa sebenarnya yang terjadi dan tidak menemukan apa-apa karena saat itu suasana masih gelap.
"Saya ketemu Mama Agus, saya tanya kenapa Mama Agus? dia jawab suaminya si Sahrani sudah tidak ada lagi, mungkin sudah lari ke tempat temannya di Jalan Cendana, saya bilang ya mudahan saja, setelah itu kami pulang tidur," jelas Ali.
Pukul 03.30 WITA Ali bangun untuk makan sahur dan tak lagi tidur, kemudian pukul 07.00 WITA naik ke atas kebun untuk memberikan makan ayam-ayamnya di kandang tak jauh dari kebun tersebut.
"Habis sahur saya tidak tidur sampai jam tujuh pagi. Saya beri makan ayam terus melihat topi dan saya ambil mau taruh ditanggul siapa tahu ada yang mengambil, pas mau saya taruh di tanggul saya kaget ada kaki di dalam parit dan langsung teriak, ada warga juga disitu, saya bilang itu mayat bi (bibi)," papar Ali.
Ali langsung menuju rumah ketua RT setempat untuk melaporkan penemuan mayat itu. "Saya langsung lapor ke ibu RT, menjelaskan tadi malam ada keributan dan ternyata ada yang meninggal dibunuh," sebut Ali.
Sementara Ketua RT 47 Nur Fatimah mengatakan setelah mendapatkan laporan dari warganya dia langsung ke lokasi.
"Saya sempat tanya sama istri pelaku, bilangnya yang meninggal itu suami sirinya dan baru menikah siri tadi malam sambil menunjukkan surat buktinya," tuturnya.
Fatimah mengaku belum ada laporan atau pemberitahuan terkait dengan pernikahan yang berlangsung Senin (27/3/2023) malam kemarin. "Pas ada kejadian ini baru tahu dan dia laporkan," jelas Fatimah.
Editor: Aspian Nur