Yuli, warga RT 31 kepada Korankaltim.com menjelaskan, suara ledakan terdengar saat hujan deras turun dan dirinya bersama keluarganya berada di dalam rumah. Saat seorang anaknya hendak berangkat bekerja, tepat di depan pintu terdengar suara ledakan yang keras dari depo pengisian ulang gas oksigen tersebut.
"Anak saya mau berangkat kerja, sudah di depan pintu dan langsung teriak-teriak memanggil saya," ujar Wanita 47 tahun itu saat ditemui di lokasi kejadian hari ini.
Suara ledakan yang menggelegar itupun membuat getaran seperti gempa dan membuat sebuah rumah warga kacanya pecah dan dinding rusak.
"Seperti gempa, bergetar, terus atap gudang itu terbang ke atas dan serpihan tembok itu berhamburan ke jalan, untung saja tidak mengenai warga," terangnya.
Dalam insiden itu ada dua orang terimbas ledakan, Herman dan Salim, yang merupakan karyawan PT Murni Gas Raya
"Ada dua kena, tidak tahu parah atau tidak karena langsung dimasukan ke dalam mobil dibawa ke rumah sakit," papar Yuli lagi.
Yuli berharap kondisi tersebut tidak terjadi kembali, pasalnya insiden ini diakuinya sama dengan depo Pertamina yang meledak di Jakarta Utara beberapa waktu lalu.
Sementara Idris pemilik rumah yang kaca jendela rumahnya pecah mengatakan saat itu dirinya sedang tidak berada di rumah.
"Saya tidak ada di rumah saat kejadian, tahu dari tetangga. Saya juga menyewa rumah ini, kalau pemiliknya tadi ada," kata pemuda 24 tahun itu.
Media yang berusaha masuk ke depo dilarang pihak perwakilan perusahaan dengan alasan sudah ada pihak dari kepolsian. "Bos minta jangan diliput, sudah ada polisi juga," kata pria itu.
Saat dijelaskan wartawan ingin konfirmasi dari pihak perusahaan, pria itupun mengatakan dari pihak perusahaan masih dimaintai keterangan kepolisian. "Iya, nanti dulu itu masih dimintai keterangan," ujarnya.
Editor: Aspian Nur