"Kalau motifnya itu karena dendam dan sakit hati dengan korban, karena satu minggu yang lalu pelaku diminta membantu perbaiki aliran listrik. Dan di situ korban sempat berkata 'kerjamu tidak jelas', kemudian pelaku ini dimarahi oleh orang tuanya, karena menurut (pelaku) itu akibat aduan si korban," ungkap Noor Dhianto.
"Hal inilah yang membuat si pelaku berbuat itu (menganiaya) ke korban," sambungnya.
Ditanya bagaimana awal mula si pelaku ini masuk ke dalam rumah korban, perwira tiga balok itu pun menjelaskan yang mana sebelum masuk ke dalam rumah korban, terlebih dahulu mengambil balok yang ada di bawah kolong rumah korban dan kemudian masuk melalui pintu depan yang tidak terkunci.
"Setelah itu dia masuk ke salah satu kamar dan mengambil sebuah sarung untuk menutupi wajahnya, dengan maksud supaya tidak diketahui identitasnya. Mengetahui korban masih duduk di sajadah usai salat, pelaku langsung mendatangi korban dan memukul bagian pelipis korban lebih dari tiga kali menggunakan balok, dan bibir korban hingga balok patah menjadi tiga bagian," bebernya.
"Kemudian, korban melawan dengan memegangi kayu tersebut, yang menyebabkan tangan korban mengalami luka robek, kemudian langsung berteriak maling, sehingga pelaku melarikan diri dari melalui pintu belakang dan pelaku meninggalkan sarung dan celana panjangnya, bermaksud menghilangkan jejak," sambungnya.
Setelah mendapatkan laporan atas kejadian itu, pihaknya pun langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa keterangan saksi dan korban.
"Berdasarkan keterangan itu, mengarah ke pelaku yang merupakan tetangga dekat dari korban, kemudian langsung kami amankan dia (pelaku) dirumahnya, bersama dengan barang bukti balok yanb patah, sarung dan celana panjang milik pelaku," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya pada Kamis (15/12/1/2022) sekitar pukul 18.30 WITA telah terjadi penganiayaan terhadap Suharti (57) warga Jalan Merdeka Timur, Gang 3, RT.100, Kelurahan Sungai Pinang Dalam.
Yang mana akibat hantaman balok yang bertubi-tubi itu, Suharti mengalami luka dan lebam pelipis sebelah kanan, robek di bibir serta luka robek di telapak tangan kanan hingga harus mendapatkan tujuh jahitan.
Menurut wanita yang sehari-harinya bekerja di rumah makan tersebut saat itu dirinya baru selesai membaca surah yasin.
"Itu sudah selesai baca yasin, sebenarnya masih mau lanjut baca, tetapi perasaan saya kok ada yang lewat, saat berbalik langsung dipukul pakai balok secara membabi buta. Itu kondisi lutut lagi sakit, tetapi saya berfikir ini saya mau dibunuh, makanya melawan, saya pegangi baloknya, setelah itu saya teriak maling-maling, dia langsung kabur (pelaku), saya berdiri lari buka pintu, di depan sudah banyak warga datang," bebernya saat ditemui di Mapolsek Sungai Pinang Kamis (15/12/2022) tadi malam.
Ia pun mengatakan jika saat itu tak melihat secara jelas wajah si pelaku, pasalnya dirinya fokus memegang balok yang ada di tangan pria tersebut. "Tidak lihat mukanya, saya fokus pagangin baloknya itu, tetapi ciri-cirinya laki-laki, orangnya kecil," sebutnya.
Penulis: Nancy
Editor: Rusdi