"Sudah ada tiga orang kami mintai keterangan, dua warga yang melintas dan satu anggota kepolsian (personel beat)," kata Ary kepada Korankaltim.com Rabu (14/12/2022) siang tadi.
Penyelidikan diarahkan kepada pelaku yang membuang bayi tersebut.
"Anggota masih melakukan penyelidikan di lapangan, mohon doanya semoga bisa kami ungkap. Saat ini, kami juga bentuk tim gabungan dari Polsek, Polres dan Polda untuk melakukan penyelidikan," paparnya.
Mengenai kondisi bayi saat ini saat ini masih dalam perawatan dan kondisinya membaik.
"Kondisinya sudah semakin baik, namun petunjuk dokter agar terus mendapatkan perawatan di rumah sakit," kata Ary..
Untuk barang bukti yang diamankan yakni berupa tas kain bertuliskan Donasi ASN (PNS) Pemkot Samarinda warna putih, kain handuk ukuran kecil dan kain bali warna biru bermotif.
"Kami amankan, tas dan kain yang dipakai untuk membungkus bayi," pungkasnya.
Dari pantauan dilapangan jarak masuk dari gerbang masuk ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar 1 kilometer tepat di pinggir jalan di rumput-rumput Perum Keledang Mas Baru.
Sebelum penemuan bayi itu diketahui oleh anak- anak yang hendak bermain bola di lapangan sekitar perumahan tersebut.
Seorang anak bernama Alfian melihat bungkusan dan meminta temannya melihat.
Teman Alfian mengatakan kalau di salam tas itu adalah boneka, namun karena penasaran Alfian melihat langsung dan ternyata adalah bayi yang masih bernyawa dengan tali pusar masih menempel.
"Bilang teman saya boneka, terus saya lihat itu bayi, dia tidak menangis, tapi masih hidup dia gerak. Setelah itu saya kasih tahu ibu-ibu dan ibu-ibunya kasih tahu pak polisi," kata Alfian.
"Bayinya di dalam tas, dibungkus kain kaya sajadah," sambungnya.
Pasca temuan bayi malang itu, petugas (personel beat 110) pun langsung membawa ke Puskesmas Kelurahan Baqa untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan.
Bayi tersebut dibawa ke Puskesmas Bawa dan saat ini dirujuk ke Rumah Sakit IA Moeis.
Penulis:Nancy
Editor: Aspian Nur