Tetapi, lanjut kata Evi, menurut informasi dari warga sekitar jika, pada Sabtu (30/7/2022) pagi korban masih terlihat pergi ke warung. "Bilang warga Sabtu pagi itu ada pergi ke warung beli gula," sebutnya.
Lanjut kata Evi, ia menaruh curiga, yang biasanya pintu digembok dari luar, tetapi ini terkunci dari dalam, hingga akhirnya ia bersama sang suami serta warga sekitar pun langsung mengecek.
"Perasaan saya juga gak enak, saya sama suami langsung ngecek pintunya terkunci dari dalam dan lampu mati, tetapi gorden terbuka, saat ngintip dari cela-cela jendela ada aroma bau tidak sedap, makanya berusaha untuk masuk, buka gerendelnya dari jendela. Pas terbuka posisinya sudah terlentang di depan kamarnya dan sudah membengkak dan mengeluarkan aroma tidak sedap," ungkapnya.
Ia pun mengatakan jika almarhumah tinggal di rumah tersebut seorang diri dan sesekali dijenguk oleh sang anak. "Tinggal sendirian, kalau suaminya di Banjar, sudah pisah. Kalau biasanya ya saya lihat dia cuci pakaian depan rumah, tetapi ini berapa hari gak kelihatan," terangnya.
Ditanya soal apakah almarhum ini memiliki riwayat sakit, wanita dua anak tersebut menyebutkan jika korban memiliki riwayat sakit tulang keropos. "Kalau sakit ya tulang keropos itu, karena kakinya juga maaf pincang, lainnya saya kurang tahu juga," tandasnya.
Sementara,Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Sungai Kunjang Kompol Made Anwara mengatakan pasca mendapatkan laporan tersebut langsung berkoordinasi dengan Unit Inafis Polresta Samarinda. "Kami langsung koordinasi dengan Inafis," tuturnya.
Berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan Inafis dan pemeriksaan awal pada jasad korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. "Pemeriksaan pada jasad korban tidak ada tanda-tanda kekerasan dan korban memiliki riwayat sakit," singkatnya.
Saat ini jenazah langsung dievakuasi ke kamar jenazah RSUD AWS untuk dilakukan visum dan kemudian nantinya diserahkan kepada keluarga korban untuk dimakamkan.
Penulis: Nancy
Editor: Supiansyah