"Kemarin (Sabtu, 4/6/2022) kami sudah melakukan olah TKP. Dari situ diketahui IRT itu menyiram BBM (bahan bakar minyak) jenis Pertalite di seluruh kamar," kata Harry.
Setelah olah TKP selesai mereka mendatangi IRT tersebut di RSU AW Syahranie untuk mengetahui kondisinya.
"Masih dalam perawatan di AWS, dia mengalami luka bakar 40 persen, belum bisa dimintai keterangan," ungkap Harry lagi.
Sementara untuk barang bukti yang diamankan berupa satu unit handphone, dompet beserta identitasnya, termasuk beberapa lembar surat bersifat pesan yang telah terbakar separuh.
"TKP sudah kami police line (garis polisi), untuk pemeriksaan lebih lanjut," tutup Harry.
Diberitakan sebelumnya, Jumat (3/6/202) sore lalu pukul 14.30 WITA, terjadi kebakaran di Gunung Lingai yang ternyata dipicu percobaan bunuh diri yang dilakukan IRT berinisial MA yang berusia 34 tahun.
MA membakar diri di dalam kamar setelah sebelumnya mengurung dan mengunci kamar kemudian menyulut korek api.
MA berhasil diselatkan suaminya Irvan dan adiknya Adi Wahyudi. Adapun latar belakang percobaan bunuh diri ini karena permasalahan rumah tangga dan perbuatan itu ternyata bukan yang pertama melainkan sudah keempat kalinya dilakukan MA karena diduga mengalami depresi.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur