Aksi Fuji sempat viral di media sosial dimana sebuah akun menginformasikan bagaimana Fuji beraksi hingga akhirnya berhasil diamankan saat akan tukar tambah di Toko Emas Qonita.
"Saya sebenarnya sudah tahu, ada informasi penipuan dari teman juga. Pas datang ke toko emas saya, dia mau tukar tambah kalung sama liontin dari toko Emas Sultan Muda di Sungai Dama, totalnya 10 gram sekitar Rp4 jutaan, terus dia mau beli lagi emas, pas dihitung kurang, jadi dia nambah lagi Rp1,4 juta," kata Haji Sumardi, pemilik toko emas tersebut kepada Korankaltim com saat ditemui Selasa (10/5/2022) hari ini.
"Saat itu, saya juga tidak langsung layani, saya telepon teman memastikan ini pelakunya atau bukan, bilangnya benar, makanya dia langsung lapor ke polisi dan saya sambil nunggu saya tahan-tahan dulu, gak lama datanglah polisi," sambungnya.
Saat datang ke tokonya Fuji mengaku naik kendaraan online. Sementara korban lainnya yakni Irwan Djamal mengatakan Fuji datang ke toko emasnya di kawasan Jalan Lambung Mangkurat.
"Dia mau jual kalung sama cincin, totalnya Rp6,2 juta, modusnya itu sama tanda bukti yang palsu sudah dia edit," kata Irwan aat ditemui di Mako Polsek Samarinda Kota sore tadi.
Ternyata emas tersebut dibeli dari omnya di toko emas Pasar Segiri seharga Rp7 juta. "Dikasih tahu om saya, dia beli emas disana," singkatnya.
Keesokan harinya, 7 Mei ternyata pelaku kembali beraksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kawasan Lambung Mangkurat di toko yang berbeda yakni Setia Abadi.
"Dia beli gelang 13 gram dan kalung sekitar 3 gram lebih, itu malam sekitar jam 19.36 WITA, totalnya Rp 11,7 juta. Tetapi, saat itu yang layani ibu saya dan bilangnya via transfer, tetapi pas ditunjukkin buktinya curiga, karena kayak diedit, makanya saya bilang sama ibu, kita ditipu," ungkap Irwan Putra.
Setelah itu, ia pun langsung mengumpulkan bukti-bukti dan langsung melaporkan ke Polsek Samarinda Kota.
"Saat itu juga saya langsung lapor. Dan saya juga buat status Whattshapp, pasang fotonya, yang kenal orang ini hubungin saya," tandasnya.
Kejadian serupa pun dialami oleh Erfan yang memiliki toko emas di Pasar Pagi lantai dua, pada 8 Mei lalu sekitar pukul 15.30 WITA.
"Dia datang pas dekat-dekat mau tutup, terus dia tanya-tanya berapa emasnya per gram, terus dia mau beli gelang dan minta dikecilin itu beratnya 9 gram, terus dia milih kalung sekitar 3 gram sama liontinya, totalnya itu Rp9,8 jutaan," terangnya.
"Jadi, kalau yang Rp 9 juta itu bilangnya via transfer dan sisanya Rp 880 ribu dia kasihkan cash.
Tetapi, kok gak masuk-masuk, padahal bilangnya sudah masuk, sambil tunjukkin tanda bukti yang dia buat, terus dia bilang mungkin gangguan, gak lama dia pergi buru-buru bilangnya ditelpon suami anaknya nangis-nangis, setelah itu dia pergi, tapi sempat minta wa dia," sambungnya.
Hingga tengah malam, ia mengaku uang yang ditransfer tak kunjung masuk, akhirnya dia menghubungi wanita itu dan mengatakan jika nanti akan dihubungi.
"Saya percaya saja, karena ini baru pertama kali, terus pas saya hubungi lagi tidak aktif," pungkasnya.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur