Kepada Korankaltim.com Senin (18/4/2022) hari ini, wanita 31 tahun itu mengatakan dirinya menyewa ruko untuk berjualan barang elektronik dan baru mulai merintis dua tahunan ini.
Tak sekadar rugi Rp400 juta karena barang-barang terbakar, Herlina juga menanggung utama Rp200 juta karena baru merintis usaha untuk mengambil barang yang dijualnya tersebut yang ludes terbakar dan tak tersisa apapun.
"Baru merintis dua tahunan, karena belum ada keuntungan, ya masih diputar juga, belum ada untuk pribadi. Makanya saya juga kerja dan suami yang fokus ke usaha," ujar Herlina dengan nada sedih.
Herlina tak menyangka ada kejadian tersebut dan saat diberitahu oleh warga sekitar ia bersama suami sangat terkejut.
"Saya kaget tidak menyangka waktu mendapat kabar itu. Saya telepon orang yang diwarung sembako juga tidak diangkat," ungkapnya.
Kepada media ini, Herlina mengaku pernah ada firasat sebelum kejadian tersebut. Dirinya bermimpi jika tokonya tersebut kosong tak ada barang sama sekali. "Saya mimpi dan saya tanya mau pindah kemana, tapi gak ada yang jawab. Ini saya cerita ke karyawan saja, gak ke suami saya," jelas Herlina lagi.
"Saat jam 4 subuh sebelum kejadian, suami saya gelisah, bolak balik kamar mandi katanya sakit perut, yang aneh juga biasanya kalau pemilik warung sembako itu keluar, pulangnya pasti buka, tapi sebelum kejadian sampapi subuh tidak buka sama sekali," sambungnya.
Herlina berharap ada ganti rugi dari pihak mobil yang menabrak dan jadi pemicu kebakaran.
"Saya kan baru merintis jadi belum asuransikan barang, mudahan ada ganti rugi dan kemarin sih ada pengacara pemilik mobil jadi ada sedikit harapan. Kalau tidak ada mulai dari nol lagi, ya modalnya dari mana," pungkas Herlina.
Diketahui pada hari Minggu kemarin sekitar pukul 04.45 WITA sebuah mobil dobel kabin Toyota Hilux KT 8502 NN warna putih hilang kendali dan menabrak ruko yang satu diantaranya berjualan bahan bakar minyak eceran.
Kerasnya terjangan mobil membuat ledakan terjadi dan membakar ruko di Jalan AW Sjahranie tersebut, yang menyambar ruko empat pintu yakni toko sembako, took elektronik dan took plastik.
Dalam insiden ini 7 orang meninggal dunia karena sesak nafas terkurung di dalam satu dari tiga ruko. Mereka yang merupakan satu keluarga terperangkap di dalam tak bisa keluar.
Jasad mereka sudah dibawa Sengkang, Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk dimakamkan, sedangkan satu lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD AW Sjahranie.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur