Sembari bercanda, Jupraska melemparkan sandal temannya ke sungai sementara temannya yang lain ikut melemparkan pasangan sandal itu.
Arus sungai yang cukup deras membuat sandal hanyut dan berusaha diambil Jupraska. Saat sudah berhasil mendapatkan sandal dan dilempar ke dekat dermaga, tiba-tiba pemuda itu terlihat kelelahan dan lemas, kemudian tenggelam dan timbul lagi berusaha meraih dinding kapal, tetapi tak berhasil sampai akhirnya tak lagi terlihat.
Pencarian dilakukan tiga kilometer dari lokasi awal hilangnya pemuda itu oleh Tim SAR Gabungan. Kasi Ops Basarnas Kaltim Basri yang ditemui di posko pencarian Senin (7/2/2022) hari ini mengatakan pencarian dilakukan dengan mengerahkan dua regu.
Regu pertama menggunakan rubber boat Basarnas mencari di sekitar TKP. "Untuk regu kedua pencarian menggunakan speed boat ke arah hilir dan hingga siang ini korban belum ditemukan," jelas Basri.
Sistem pencarian dilakukan dengan menyisir sejauh tiga kilometer ke arah hilir. "Tetapi kalau jarak tiga kilometer masih nihil, maka akan kami tambah radiusnya," sebut Basri lagi.
Untuk pencarian dengan system penyelaman belum direkomendasikan karena kondisi arus di sungai, jarak pandang di bawah air nol.
"Kondisi sungai yang tidak memungkinkan, makanya tidak direkomendasikan. Kalau kendala tidak ada, tapi tadi hujan jadi pencarian sempat dihentikan dan kembali dilanjutkan," pungkas Basri
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur