Keluarga korban Rahmatullah (40), mengatakan kecurigaan berawal dari anak korban yang berada di luar kota sejak Kamis tidak bisa menghubungi korban, berkali kali ditelepon tapi tidak diangkat
Kemudian anak korban menghubungi Rahmad untuk melihat kondisi korban di rumahnya.
"Anaknya sudah dari kemarin nelpon-nelpon ayahnya, cuma tidak diangkat. Jadi saya yang disuruh untuk datangin rumahnya," Kata Rahmad.
Jumat (21/1) pukul 08.00 Wita, Rahmad mencoba mendatangi rumah korban namun dalam keadaan terkunci dan tercium bau busuk
Kemudian Rahmat meminta bantuan warga sekitar untuk membuka pintu. Berbekal linggis Rahmat dan tetangganya berhasil mencongkel jendela.
Setelah terbuka didapati korban sudah tidak bernyawa yang berada di ruang tamu dengan posisi tubuh miring ke kiri. Rahmad bergegas menelpon kepolisian untuk segera dilakukan evakuasi.
Pukul 09.30 Tim Inafis Polresta Samarinda datang ke lokasi penemuan, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Setelah melakukan pengecekan dan memastikan Zainuddin telah meninggal dunia, tim kemudian mengevakuasi jasad ke RSUD AW Sjahranie.
“Belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya korban dan diduga korban meninggal karena sakit . Melihat kondisinya korban diduga sudah meninggal sekitar lima hari lalu.” singkat Kasubnit Inafis Polresta Samarinda, Aiptu Harry Cahyadi.
Penulis : Linda Mulyani
Editor : Bambang Irawan