"Korban sudah dievakuasi ke rumah duka," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Balikpapan, Melkianus Kotta.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR pun dihentikan. Sebelumnya, pencarian sedikit terkendala hujan lebat yang mengguyur kawasan Loa Janan.
Sebelumnya, pada operasi SAR hari kedua kemarin, Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran menggunakan speedboat di sekitar lokasi hilangnya korban. Kemudian juga dilakukan penyisiran menggunakan perahu karet sejauh lima kilometer ke arah hilir. Namun upaya pencarian kemarin masih belum membuahkan hasil.
Diketahui, Poniran hilang pada Senin lalu. Sekitar pukul 09.00 WITA. Waktu itu, salah satu rekan korban bernama Suhaili (23) yang berada di kapal melihat korban baru selesai mandi di kapal penyedot pasir itu. Saat itu, korban terlihat menaruh celananya di atas atap. Tak berselang lama, Suhaili kemudian mendengar ada suara benda yang jatuh ke sungai. Begitu melihat-lihat ke arah kapal, korban tak lagi terlihat oleh Suhaili.
"Suaranya mirip kayak batu jatuh ke sungai, setelah itu tidak ada apa-apa lagi," kata Suhaili kepada Koran Kaltim.
Suhaili menuturkan, korban memang memiliki riwayat penyakit ayan atau gangguan sel saraf yang menyebabkan penderitanya mengalami kejang. Diduga penyakit ini yang menyebabkan korban terjatuh ke sungai tanpa ada usaha untuk kembali ke permukaan.
"Dia kalau lagi Ayan itu, tangannya bakal kaku," jelasnya.
Dia melanjutkan, setelah terdengar suara itu juga Suhaili melaporkan kejadian ini ke rekan-rekannya yang lain. Kemudian dia memeriksa sisi-sisi kapal memastikan keberadaan korban sebelum benar-benar dinyatakan hilang.
"Kalang kabut semuanya memeriksa sisi-sisi kapal," tandasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan