Hanya saja Ahmad tak curiga. Setelah ibadah salat Isya, pria 29 tahun itu turun ke lantai satu tempat kos untuk mengobrol dengan rekan-rekannya di depan gang.
"Saya keluar sebentar ngobrol sama teman-teman di depan gang, setelah itu kembali ke kos, terus jalan lagi, saat pulang sekitar jam setengah dua dini hari saya cium baunya tambah menyengat, saya mikirnya itu bangkai kucing atau tikus," papar Ahmad kepada media ini.
"Karena, penasaran saya turun memanggil warga sekitar untuk mengecek, tetapi kamar asal bau itu terkunci dari dalam. Kami menunggu polisi untuk membukanya," sambungnya.
Ahmad mengaku, memang sudah beberapa hari tak melihat Mimis. "Saya tidak terlalu perhatikan juga, tidak ingat ketemunya terakhir kapan karena sudah lama gak ketemu soalnya saya pagi kerja. Yang saya tahu beliau juga bantu-bantu di pasar," jelas Ahmad lagi.
Sementara, kakak kandung almarhum bernama Rahman secara terpisah menjelaskan, dirinya sudah dua hari tak bertemu dengan sang adik yang bisanya membantunya di pasar.
"Sudah dua malam kalau gak salah tidak ketemu, ya memang dia sempat ada ngeluh sakit di dada," kata Rahman.
Dan ia mengetahui sang adik ditemukan tak bernyawa, setelah diberitahu oleh salah satu penghuni kos tempat adiknya tinggal selama ini
"Saya dikasih tahu sama teman samping kamar, makanya langsung datang," ujar pria 48 tahun ini.
Saat ini jenazah Mimis sudah berada di kamar jenazah RSUD A.W.Sjahranie guna dilakukan visum, terkait dugaan apa penyebab Mimis meninggal dunia.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur