Saat ditemukan pria 54 tahun tersebut mengenakan baju kaos garis-garis warna putih dan bawahan menggunakan sarung kotak-kotak, dengan posisi terlentang.
"Setelah kami dapat informasi, anggota langsung turun ke lapangan, untuk mengamankan TKP, dengan memasang garis polisi. Kemudian berkoordinasi dengan Unit Inafis Polresta Samarinda," kata Kapolsek Palaran Kompol Roganda.
Ia menyebutkan berdasarkan keterangan warga sekitar, almarhum bekerja sebagai wakar di lingkungan tersebut.
"Sudah sekitar dua bulan kerja di situ, dan tidurnya di pondok, dia juga bantu-bantu membuat kaligrafi di mesjid, karena bilangnya ingin mencari kesibukan," terangnya.
"Selama bekerja baru sekali menerima upah," sambungnya.
Roganda menambahkan sekitar pukul 23.00 WITA tadi malam, almarhum masih terlihat menyapa warga setempat.
"Jadi, dia itu tadi malam baru pulang dari rumah mantan istrinya di Loa Janan, dengan mengendarai sepeda motor, sekitar jam 21.00 WITA. Iya, kan sudah bercerai, jadi sesekali saja dia pulang melihat anaknya dan lebih sering tinggal di pondok itu," bebernya.
Terkait penyebab kematian almarhum, dirinya belum bisa memastikan dan nantinya akan dijelaskan oleh Unit Inafis, untuk pemeriksaan awal.
"Itu dari Inafis ya, tetapi kalau keterangan mantan istrinya, waktu di jawa itu dia ada riwayat sakit stroke ringan," tandasnya.
Kasubnit Inafis Polresta Samarinda Aiptu Harry Cahyadi mengatakan dari hasil olah TKP yang dilakukan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Untuk penyebab pastinya kami masih akan menunggu hasil visum rumah sakit," singkatnya.
Saat ini jenazah talah dievakuasi ke RSUD AW Sjahranie menggunakan ambulans PMI untuk divisum dan kemudian diserahkan ke pihak keluarga.
Penulis : Nancy
Editor : Bambang Irawan