Anwar, teman almarhum menjelaskan dirinya baru mengenal rekannya itu sekitar sebulan dan diketahui berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Almarhum bertemu dengannya di jalan dan hendak diminta dicarikan pekerjaan. "Dia minta dicarikan pekerjaan, biasa kami panggil dia Izul saja, saya bilang ya ikut saya saja bantu-bantu tukang," kata Anwar kepada Korankaltim.com siang tadi.
Sebelum almarhum tersebut ditemukan meninggal, malam hari usai bekerja sempat pergi ke pasar malam dan mengajaknya makan gorengan, kemudian mereka pun lanjut tidur.
"Sekitar jam dua napasnya mulai sengal-sengal dan tanganya mengepal, saya kaget, makanya langsung hubungi teman-teman yang lainnya dan kepala tukang," papar Anwar.
Saat mereka kembali, Izul ditemukan sudah tidak sadarkan diri dan mulut mengeluarkan busa.
Tak lama sekira pukul 05.00 WITA Polsek Samarinda Ulu bersama Unit Inafis Polresta Samarinda serta PMI langsung menuju lokasi.
Kasubnit Inafis Polresta Samarinda Aipda Harry Cahyadi mengatakan setelah menerima informasi tersebut pihaknya langsung melakukan pemeriksaan pada tubuh almarhum.
"Hasil pemeriksaan awal, kami tidak temukan tanda-tanda kekerasan di tubuh almarhum, selanjutnya kami evakuasi menuju RSUD A.W.Sjahranie untuk dilakukan visum," kata Harry.
Saat ini pihaknya juga belum mengetahui identitas almarhum karena dari temannya juga tidak ada identitas. "Dia tidak punya identitas sama sekali, kami hanya tahu dari temannya ya Izul saja," tutup Harry.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur