Korban datang ke kebun itu sekitar pukul 09.30 WITA. Waktu itu, pemilik kebun bersama istrinya bernama Ayu Sulistianingsih dan satu orang saksi lainnya, Amat sedang mengobrol di kebun itu.
Kemudian korban mendatangi pemilik kebun untuk membeli kelapa langsung dari pohonnya. Setelahnya, korban bersiap-siap untuk memanjat pohon kelapa yang dibelinya untuk dipanen.
Sebelum pergi meninggalkan kebun melanjutkan aktivitasny. Herman sempat melihat korban sedang mengikatkan tali nilon ke pinggangnya untuk persiapan menaiki pohon kelapa tersebut.
"Kemudian selang 30 menit sekira pukul 10.30 WITA, Herman mendengar teriakan takbir dari atas pohon. Mendengar teriakan tersebut, Herman langsung melihat ke arah sumber suara. Terlihat korban sudah berada di bawah dengan posisi terlentang," kata Gandha kepada Korankaltim.com.
Herman segera mendatangi korban. Ketika diperiksa, korban sudah tak lagi bergerak dan menghembuskan nafas. Herman kemudian menghubungi tetangganya bernama Abdul Rahman untuk memberitahukan kejadian ini ke pemerintah desa setempat.
Berselang beberapa jam kemudian, anak korban bernama Andi tiba di TKP untuk memastikan yang menjadi korban terjatuh dari pohon kelapa adalah orang tuanya.
"Atas permintaan dari pihak keluarga dibawa langsung ke rumah duka dan terhadap korban dari pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum," tandasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan