Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena melalui Kasubnit Inafis Aipda Harry Cahyadi mengatakan untuk kegiatan autopsi pada tubuh korban ditemukan tali rafia warna hitam yang melilit di bawah rambutnya.
"Pada baju korban terdapat robekan, diduga akibat tusukan pisau yang ditemukan di TKP," ujarnya. "Termasuk pada tulang pipi sebelah kanan patah, akibat sikutan. Tetapi, kami masih menunggu hasilnya lagi," sambungnya.
Selanjutnya tim forensik pun mengambil sampel tulang lengan kiri korban untuk dilakukan tes DNA. "Nanti kami juga akan ambil sampel darah dari kedua orang tua diduga jasad Juwanah. Ini untuk memastikan, identitas dari korban tersebut. Itu rencananya, kemungkinan Senin," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, jasad yang hanya tinggal tulang belulang tersebut ditemukan di jalan eks Projakal Trans Samarinda-Kutai Kartanegara (Kukar), Loa Lepu KM 8, Jumat (24/9/2021) dini hari. Penemuan ini berdasarkan petunjuk dari RN yang sebelumnya, telah diamankan oleh Unit Jatanras Polresta Samarinda.
Unit Jatanras tersebut, mengamankan RN yang diduga kekasih korban berdasarkan, adanya laporan orang hilang, kemudian dilakukan lidik dan mengarah ke RN. Saat dilakukan introgasi, pelaku awalnya tak mengakui perbuatan, tetapi setelah ditunjukkan bukti-bukti, barulah RN mengaku telah menghabisi nyawa diduga Juwanah. Sehingga, dari informasi inilah jasad tersebut ditemukan, setelah RN (pelaku), menunjukkan lokasinya.
Penulis : Nancy
Editor : Bambang Irawan