Kapolsek Sebulu, AKP Agus Kurniadi menuturkan, awalnya korban bersama ketiga temannya berada di kolam tersebut menggunakan perahu untuk memancing dan bermain bakda waktu salat Jumat.
Saat itu, korban berusaha menyeberangi kolam rawa bersama salah satu temannya.
“Mereka main kan, mancing sambil naik rakit terus berenang. Satu orang rupanya tidak bisa berenang,” kata Agus saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (6/8) malam.
Ketiga bocah lainnya langsung kembali untuk memberitahukan kejadian itu ke orang tua korban.
Agus bilang, pihaknya telah berkoordinasi dengan Search And Rescue (SAR) Brimob dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar. Rencananya, pencarian baru akan dilakukan pagi ini, Sabtu (7/8).
“Karena tidak ada SOP (Standar Operasional Prosedur) melakukan penyelaman malam, anggota Polsek bersama warga desa ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) membawa genset untuk penerangan,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Camat (Sekcam) Sebulu, Eddy Fahruddin menuturkan, dirinya juga sudah mendatangi lokasi kejadian.
Eddy berkata, akses darat menuju kolam tersebut cukup sulit dan jauh. Setidaknya, harus menggunakan mobil dobel kabin untuk menuju kolam ini.
Ia pun sedikit heran karena keempat anak ini pergi terlalu jauh hanya untuk memancing. “Kalau melihat lokasi ini jauh sekali mancingnya, masih anak SMP (Sekolah Menengah Pertama) ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kolam tersebut bukan merupakan eks tambang, melainkan semacam galian untuk pemancingan, dan keberadaannya sudah lama.
“Informasi dari laporan yang saya terima, ini rawa pemancingan,” ucapnya.
penulis : */Reza
Editor : Bambang Irawan