Tak lama, korban terpeleset dan masuk ke dalam parit, hingga terseret arus air, yang saat itu kondisi masih turun hujan, sekitar pukul 14.40 WITA.
Setelah kejadian, saksi yang melihat pun, bersama warga sekitar langsung mencari balita 4 tahun tersebut, dengan menyisir parit dan sekitar pukul 15.20 WITA korban berhasil ditemukan, tersangkut di semak-semak belukar, sejauh 300 meter, dari balita terpeleset.
Pasca ditemukan, balita perempuan ini langsung dilarikan ke RS Qurata Ayun, dengan menggunakan sepeda motor, untuk diberikan pertolongan, tetapi naas nyawa sang balita tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Hal ini diungkapkan Kasubnit Inafis Polresta Samarinda Aipda Harry Cahyadi, saat dikonfirmasi Sabtu (3/4/2021) sore tadi.
"Saat kami melakukan pengecekan pada tubuh balita, ditemukan luka robek di dahi korban, diduga akibat benturan benda keras, lecet pada bagian lengan kanan dan kiri, punggung, serta kaki kanan dan kiri," ungkapnya.
Dan atas kejadian tersebut, orang tua korban telah mengiklaskan dan tak ingin dilakukan visum maupun autopsi terhadap balita tersebut.
"Keluarga sudah ikhlas dan membuat surat pernyataan tidak keberatan," tandasnya.[]
Penulis:Nancy
Editor : Rusdi