Saat itu, para pekerja ini baru menyelesaikan penggalian sumur sedalam 3,5 meter.
"Iya, saat salah satu pekerja bernama Rudi ini masuk menggali, baru empat ember, tiba-tiba saat merasa pusing dan lemas, karena mencium bau seperti gas. Kemudian bergegas naik," ungkap Humas Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda, Heri Suhendra saat dikonfirmasi Jumat (13/11/2020).
Heri mengatakan, lubang yang sudah digali tersebut kondisinya sudah dipenuhi air. Sehingga harus dilakukan penyedotan dengan menggunakan alkon.
Saat Rudi naik, lanjut Heri pekerja itu mengatakan kepada rekannya jika kondisi di dalam tersebut ia merasa pusing dan lemas. Kemudian, rekan pekerja lain yakni Ancah langsung turun untuk melanjutkan penggalian. Tapi, belum sempat menggali, Ancah pun merasakan hal yang sama
Dan saat itulah, dengan suara tak berdaya, Ancah meminta tolong kepada rekan-rekannya dan salah satu rekannya yakni Anwar (52) turun, untuk menolong Ancah, tetapi dia pun merasa pusing dan lemas.
"Jadi, Anwar turun mau menolong Ancah, tetapi dia juga gak berdaya, dan berteriak minta tolong ke Rudi, tetapi dia bingung dan memanggil pekerja bangunan yang berada di sekitar. Kemudian, mereka pun menolong Anwar lebih dahulu karena masih sadarkan diri," bebernya.
Lebih lanjut dikatakan Heri, setelah berhasil menolong Anwar salah satu rekan lainnya yakni Ancah yang sudah setengah sadar, karena lemas belum sempat ditolong.
Karena mereka kebingungan, rekan dan para pekerja bangunan tersebut pun mencari pertolongan, dengan menghubungi pihak Disdamkar Samarinda.
"Saat, kami tiba di sana, petugas kami langsung melakukan evakuasi terhadap Ancah, yang sudah tak sadarkan diri di dalam sumur," terang Heri.
Saat melakukan evakuasi, petugas menggunakan tali rescue, untuk masuk dan setelah 15 menit kemudian, Ancah pun berhasil dikeluarkan dari sumur kedalaman 3,5 meter tersebut.
"Jadi, memang agak lama, karena kondisi sumurnya kecil," imbuhnya.
Kemudian, Ancah pun langsung diberikan pertolongan, dengan dilarikan ke Puskesmas Palaran.
"Ya, karena kondisinya kritis, langsung dirujuk ke RSUD IA Moeis, untuk dirawat secara intensif," tandasnya.
Atas kejadian tersebut ketiga pekerja tersebut yakni Rudi mengalami luka ringan, Anwar mengalami luka robek di tangan, sedangkan Ancah saat ini dalam keadaan kritis di RSUD I.A.Moeis.
Penulis: Nancy
Editor : Rusdi