Menurut keterangan Ketua RT 30 Bambang Ersan, awalnya ia mendapat laporan dari warga sekitar, yang menyampaikan bahwa laki-laki berinisial KD itu lama tak terlihat. Namun, saat warga mengecek ke tempat tinggalnya justru mencium bau tak sedap.
"Jadi, saat warga saya mengecek ke pondok itu dan melihat almarhum ini sudah bau dan dipenuhi belatung," ujar Bambang.
Laporan warganya itu, kemudian diteruskan Bambang ke Bhabinsa, yang selanjutnya dari Bhabinsa lapor ke Polsek Sungai Pinang.
Bambang menceritakan, semasa hidup almarhum diketahui tak bekerja dan hanya tinggal seorang diri.
"Awalnya itu pernah tinggal sama anaknya, dan ini sudah sekitar 6 bulan sendirian, tinggal di situ. Karena anaknya ini diambil ibunya, setelah bercerai, dan telah menikah lagi," terangnya.
Sementara itu, Ketua RT 32 Suprapto mengatakan KD sebelum tinggal di pondok tersebut pernah menjadi warganya.
Tetapi, tiga tahun lalu pernah cek cok dengan mantan istrinya, sehingga rumah miliknya tersebut dijual.
"Dia cerai, setelah itu istrinya menikah lagi dan memiliki anak. Tetapi setahu saya, 6 bulan lalu mantan istrinya itu mengadu ke saya kalau anaknya itu dianiaya yang berusia 11 tahun dan mengalami luka di kaki dan punggung," bebernya.
Parahnya, selama tinggal dengan almarhum, sang anak diketahui hanya disuruh mencari uang bahkan dengan cara yang tidak biasa.
"Anaknya ini disuruh minta-minta ke mana-mana, karena almarhum ini tidak bekerja, sehingga untuk memenuhi keperluan sehari-hari anaknya ini yang menjadi tulang punggung," imbuhnya.
Atas kejadian itulah, mantan istri almarhum tersebut mengambil anak perempuannya tersebut dengan paksa.
"Jadi, memang 6 bulan ini tinggal sendiri dan dia pernah bilang, ngakunya wakar sarang burung walet, di belakang pondok tempat dia tinggal," terangnya.
Suprapto juga mengatakan bahwa KD semasa hidup berperilaku kurang baik.
"Iya, dia orangnya emosional dan kalau berbicara suka dengan nada tinggi dan ke mana-mana itu suka bawa sajam, selain itu juga suka minum-minuman keras," tandasnya.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Iptu Fahrudi saat ditemui di lokasi kejadian menuturkan, dari pemeriksaan awal dan kasat mata tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh KD.
"Dugaannya yang bersangkutan ini sakit, tetapi untuk pastinya kami masih menunggu hasil visum rumah sakit," ujarnya.
Fahrudi memperkirakan, KD sudah meninggal selama sepekan, pasalnya jasad saat ditemukan sudah dipenuhi belatung dan mengeluarkan aroma tak sedap.
"Dan kami akan mencoba untuk menghubungi keluarganya, terkait almarhum yang ditemukan sudah tidak bernyawa," pungkasnya.[]
Penulis: Nancy
Editor: Rusdi