"Tiba-tiba mati lampu, ada bunyi jeglek dan saya juga takut-takut mau keluar, karena penasaran saya cek di depan nyala, saya ke dapur dari kamar bangsalannya itu saya lihat api sudah jadi, langsung saya bangunkan keponakan saya, karena saya hanya berdua saja," ungkapnya.
Sontak Tati langsung membangunkan keluarga yang tinggal di bangsalan tersebut, dengan menggedor-gedor dindingnya, tetapi tak ada respon, ia pun bergegas menuju pintu depan bangsal dan menggedor-gedor pintu sambil berteriak, tetapi tak direspon.
Sehingga, Tati berinisiatif mendobrak pintu bangsal seorang diri dan saat terbuka ternyata ada seorang anak laki-laki, yang merupakan anak pertama dari keluarga itu, sedang duduk, kemudian Tati pun menyuruh anak itu membangunkan ibunya serta empat adiknya yang tengah tertidur di kamar. "Jadi, di bangsalan itu memang sudah sering jeglek, ya mungkin karena korsleting listrik," sambungnya.
Setelah berhasil masuk dan menyuruh seluruh keluarga untuk keluar, tak lantas langsung membuat satu keluarga tersebut bergegas ke luar, pasalnya mereka masih dalam posisi tertidur.
Sehingga, membuat lima orang termasuk sang ibu mengalami luka bakar ringan, sementara satu balita berusia empat tahun, terkurung di dalam kamar dengan kobaran api, sehingga tak sempat diselamatkan. "Saya sama keponakan, bantuin mereka keluar, terutama yang bayinya yang masih umur 5-6 bulanan, karena ibunya itu sempat terjatuh di depan pintu bangsal, jadi bayinya langsung ditolong sama keponakan saya," beber Tati.
"Kalau suaminya tidak ada sedang kerja, jadi biasanya itu sebulan sekali baru pulang," sambungnya.
Tati juga menambahkan, dalam musibah kebakaran tersebut dirinya juga tak sempat menyelamatkan barang-barang berharga miliknya. "Saya sama keponakan tidak sempat selamatin barang-barang, yang saya pikir itu nyelamatin yang keluarga di bangsal itu," tandasnya.
Akibat dari musibah kebakaran tersebut menghanguskan dua bangunan, yakni satu rumah tunggal, serta satu bangsal tiga pintu yang hanya dihuni satu keluarga.
Penulis: Nancy
Editor : Bambang Irawan