Saat itu, Ela baru saja pulang membeli makanan yang rencanananya akan diantarkan ke suaminya itu. “Jadi, mereka ini masih suami isteri tapi sudah beberapa bulan jarang tinggal bersama. Korban sempat menghubungi isterinya itu tadi pagi, isterinya kemudian membeli makan dan mengantarnya ke sana,” kata Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Iptu Yunus Kelo.
Ela sempat mengetuk-ngetuk pintu kamar bangsalan yang ditempati Indra, namun tidak ada jawaban. “Karena tidak ada tanggapan dari dalam, jadi pintunya didobrak warga,” urai Yunus.
Begitu pintu terbuka, warga dikagetkan dengan kondisi Indra yang sudah dalam keadaan tergantung dan meninggal dunia. “Pihak keluarga sendiri yang menurunkan korban,” tandas Yunus.
Ditemukan sebuah surat wasiat yang dibuat oleh Indra sebelum memilih mengakhiri hidupnya. “Aku minta maaf ya sama semua yg pernah aku sakitin. Terutama sama orang tua aku. Ibu, Alm bapak. Dan semua. Ella, maaf yah aku udah terlalu banyak nyakitin km, kamu jaga yah anak2 ku. Zazky, sama Sasha. Aku jg minta maaf sm mas ely, dia uda banyak bantu aku. Meskipun aku sering nyusahin mas ely. Aku gini krna aku udah gk kuat mikir sendiri gk ada tempat ngeluh. Mau jadi lebih baik tapi gk ada org yg meyakini niat ku. Semua hanya bisa nyalahkan aja. Zacky, Sasha ayah sayang kalian nak. Mungkin dengan aku ikut bapakku aku bisa jadi tenang bisa senang cm bapak yg bisa ngeti aku,” tulis Indra dalam surat wasiatnya.
Jasad Indra sempat dibawa ke RSUD AW Sjahranie untuk dilakukan visum sebelum diserahkan ke keluarganya. “Saat ini, kami amankan tali yang digunakan gantung diri dan juga surat wasiat itu,” kata Yunus. (dor)