Enam bangunan rumah diamuk si jago merah dan material bangunan rumah yang terbuat dari kayu membuat api dengan cepat menyebar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Paser Lukman Dharma menjelaskan, 9 kepala keluarga (KK) dengan 19 Jiwa harus kehilangan tempat tinggal.
"Sejumlah warga yang kehilangan tempat tinggal kini masih berada di sekitar lokasi, kami masih melakukan upaya pendinginan dan melakukan pemeriksaan dilokasi," ujar Lukman kepada Korankaltim com.
Hingga menjelang siang hari, petugas masih melakukan pemeriksaan dan pendinginan. Dalam pemeriksaan di sisa sisa puing bangunan yang terbakar tim tidak menemukan adanya korban jiwa dan tim masih melakukan penghitungan kerugian materil yang dialami warga.
"Sampai saat ini masih belum ditemukan adanya korban jiwa, semoga saja tidak ada korban jiwa, untuk kerugian materil masih dilakukan penghitungan," kata Lukman lagi.
Terkait dengan timbulnya titik api yang kemudian menghanguskan bangunan di luas lahan 1.200 M persegi tersebut, petugas masih belum bisa memastikan namun warga diminta tetap waspada.
Editor: Aspian Nur