Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paser Amri Yulihadi mengatakan atlet itu terjatuh dan sempat ditangani oleh tim medis, teypi nyawanya tak tertolong.
"Pada saat atlet yang bersangkutan terjatuh, panitia dan tim medis melakukan upaya penanganan medis oleh dokter spesialis yang stay di lapangan," ucap Amri Yulihadi, Selasa (3/12/2024).
Namun kondisinya tidak kunjung membaik, sehingga korban langsung dibawa menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panglima Sebaya Paser.
"Saat dirumah sakit juga sudah dilakukan upaya maksiml dari pihak Rumah sakit, tapi memang kondisi jantung dan fisik juga semakin melemah, sehingga membuat atlet tidak tertolongkan lagi," ucapnya.
Berkaitan dengan insiden tersebut, ia mengharapkan agar panitia melakukan evaluasi, sebagai langkah antisipasi terhadap peristiwa serupa.
Perwakilan Bapor Korpri Paser Syarif Rakhmadani menyampaikan, atlet yang mengalami insiden setelah melangsungkan pertandingan pertamanya tersebut ialah Kepala Bidang Prasarana LLAJ Dinas Perhubungan Kabupaten Paser, Juliansyah yang usianya sudah lebih dari 50 tahun.
"Untuk mengantisipasi peristiwa serupa, kami telah mengarahkan perangkat tiap cabang olahraga pertandingan memastikan kondisi atlet memang siap sebelum pertandingan dimulai," ucap Syarif Rakhmadani.
Editor: Supiansyah