Kepala Disbunak Kabupaten Paser, Djoko Bawono menyampaikan bahwa program itu juga diprioritaskan karena mampu menggerakkan perekonomian desa secara mandiri.
"Setidaknya melalui program ini, masyarakat di desa bisa memeroleh telur dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan telur dari luar daerah," kata Djoko Bawono pada Sabtu (20/1/2024).
Sebanyak delapan kandang ayam potong akan dibangun dalam waktu dekat. Sebagian kandang akan diisi dengan ayam petelur dan sebagian lagi satu kandang ayam konvensional. "Sementara delapan kandang dulu, semoga saja bisa terus berkembang," harapnya.
Program akan dijalankan di empat BUM-Des yaki di Desa Padang Jaya, Desa Klempang Sari, Desa Selerong dan Desa Pulau Rantau. Ketersediaan anggaran mencapai Rp15 miliar melalui APBD 2024.
“Sekarang progresnya masih melakukan pendataan Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL)," ungkapnya.
Diprediksi dengan kemampuan saat ini, setiap kandang mampu menghasilkan sebanyak 10 ribu ekor dalam sekali panen. Sementara untuk ayam petelur mampu menampung hingga 13 ribu butir.
“Target awal untuk ayam potong 10 ribu ekor, untuk ayam petelur sebanyak 13 ribu butir,” tukasnya. (*/kk)
Editor: Maruly Z