Aksi tersebut dilakukan lantaran warga merasa kesal dengan kendaraan truk fuso pengangkut batu bara yang selalu melintasi jalan raya dan berpotensi menimbulkan kerusakan jalan.
Kapolsek Batu Sopang Iptu Harwanto membenarkan adanya aksi warga tersebut. Bahkan pihak Polsek bersama Koramil setempat bergerak cepat melakukan pengamanan agar tidak terjadi keributan yang berujung pada tindakan fisik.
"Warga memulai aksi sekira pukul 21.00 WITA, kami melakukan pengamanan agar situasi tetap kondusif," ucap Harwanto.
Dalam aksi tadi malam, sejumlah truk fuso dengan angkutan batu bara dihentikan. Lima kendaraan diminta untuk memutar kembali menuju Kalimantan Selatan.
Berdasarkan keterangan Lukas, warga Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang menyampaikan, truk fuso angkutan batu bara tersebut merupakan kendaraan angkutan milik PT Mantimin.
"Ini truk dari Kalsel, PT Mantimin, hauling malam ini (tadi malam) diberhentikan masyarakat, disuruh putar balik pulang mutar kembali ke Selatan, warga melarang masuk ke Batu Kajang," ucap Lukas.
Dikatakannya, saat aksi, sudah lima truk fuso yang diberhentikan dan diminta untuk putar arah. Dia memperkirakan masih ada kendaraan angkutan batu bara dengan menggunakan roda 10 yang akan melintas di kawasan tersebut dan saat aksi warga digelar iring-iringan truk diperkirakan posisinya masih berada di Gunung Halat, Kecamatan Muara Komam.
"Sudah lima unit kami suruh putar arah, masih ada kendaraan angkutan batu bara roda 10 sekarang masih di Gunung Halat," jelasnya saat aksi tadi malam.
Lukas mengaku, aksi tersebut merupakan yang kedua dilakukan masyarakat Batu Sopang. "Ini aksi kedua, aksi pertama sekitar dua minggu lalu," ucapnya.
Editor: Maruly Z