Kalau sedianya balapan utama
berlangsung Minggu (10/12/2023) hari ini, panitia memutuskan tak ada
lagi lanjutan adu cepat si kuda besi menyusul insiden yang menewaskan
seorang racer karena tertimpa pintu start/finish yang rubuh saat balapan
sedang berlangsung pada Sabtu (9/12/2023) sore kemarin.
Diketahui
pebalap yang meninggal dunia adalah AS, racer dari Maniak Racing Team
(MRT) yang merupakan warga Desa Sampulang, Kecamatan Tanah Grogot.
Pimpinan
lomba Simeon Palinggi pada pertemuan itu membahas masalah hadiah utama
dan kelanjutan lomba yang akhirnya disepakati untuk dihentikan.
Panitia
berencana memberikan hadiah utama kepada keluarga almarhum AS yang
diketahui meninggalkan seorang istri dan dua anak dengan anak tertua
baru duduk di kelas 4 SD dan satu lagi di PAUD.
"Rencananya,
hadiah utama yang sudah disiapkan akan diuangkan dan diserahkan kepada
keluarga almarhum," ucap Simeon kepada Korankaltim.com usai pertemuan.
Sebelumnya
panitia meminta persetujuan kepada seluruh perwakilan manajemen tim
pembalap dan langsung disetujui bahkan sejumlah perwakilan mengucapkan
hal tersebut tidak menjadi masalah.
"Semua peserta sudah setuju hadiah utama akan kami uangkan dan kami serahkan pada keluarga almarhum," tegasnya.
Sementara
lomba sendiri disebutnya juga resmi dihentikan. "Ajang tingkat nasional
ini tidak bisa dilanjutkan, karena berbagai hal yang telah terjadi,"
tutupnya.
Diketahui AS berlomba pada kategori bebek standar
dua tak pada balapan berskala nasional yang diikuti lebih dari 500 racer
se-Indonesia itu. Saat sesi kualifikasi berlangsung pukul 16.00 WITA
sore kemarin, cuaca mendung berubah berubah hujan deras disertai angin
kencang.
Pintu start/finish atau Gate Start rubuh karena derasnya
angin. Karena sesi kualifikasi sudah berlangsung, balapan tetap
berjalan dan saat itulah Gate Start rubuh menimpa AS dan pembalap
lainnya. AS meninggal dunia sementara pembalap lain yang kritis dibawa
ke rumah sakit.
Editor: Aspian Nur