Apa yang dilakukan Impact diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem mangrove.
“Mangrove dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Partisipasi dari masyarakat nelayan menjadi kunci keberhasilan karena nelayan yang berinteraksi langsung dengan mangrove setiap hari di kawasan pesisir," kata Fahmi saat menjadi pembicara pada diskusi bertema Mangrove Thought Leader’s, Kamis (27/7/2023) pagi tadi di Ruang Rapat Sadurengas, Komplek Kantor Bupati Paser, Tanah Grogot, Paser berkaitan dengan rangkaian peringatan Hari Mangrove se-Dunia.
Impact saat ini melaksanakan restorasi dan rehabilitasi mangrove dilahan seluas 250 hektar yang tersebar di empat desa yaitu Desa Lori, Desa Sungai Langir, Desa Tajur dan Desa Pasir Mayan.
CEO Indika Nature-Leonardus Herwindo secara terpisah mengatakan mereka terus berkomitmen dalam program pelestarian ekosistem mangrove.
“Impact merupakan program kerjasama pelestarian ekosistem mangrove antara Indika Energy dan anak usaha Indika Nature, BRGM (Badan Restorasi Gambut dan Mangrove) dan PT Maroon Rekanan Nusa sebagai mitra pelaksana. Hingga saat ini kami telah menanam lebih dari 100 ribu mangrove di seluruh Indonesia,”kata Leonardus.
Direktur Pelaksana Program Impact-Chintya Dian Astuti dalam paparan diskusinya menyatakan saat ini tidak banyak orang yang menyadari manfaat dari mangrove.
“Melalui perayaan World Mangrove Day ini. IMPACT berharap dapat meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya menjaga mangrove yang tersisa tetap sehat dan berkembang,” harap Chintya.
Editor: Aspian Nur