Wakil Ketua I DPRD Paser, Abdullah mengatakan, pihaknya berencana akan memanggil Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindakop) dan UMKM Paser termasuk agen penyalur gas LPG yang ada di daerah tersebut.
Dia menyampaikan, permasalahan kelangkaan gas LPG 3 Kg saat ini harus segera ditangani, mengingat gas tersebut merupakan salah satu kebutuhan sehari-hari masyarakat.
"Ini satu masalah (permasalahan) yang harus segera ditangani, jangan sampai terus berlanjut, apalagi ini kebutuhan masyarakat secara luas," ungkap Abdullah, Minggu (23/7/2023).
Disampaikannya pula, DPRD akan melaksanakan rapat dengar pendapat terkait kelangkaan gas ini pada awal Agustus mendatang.
Ia berharap dalam rapat nanti Pemkab melalui instansi terkait bisa memberikan informasi valid berkaitan permasalahan kelangkaan dan melambungnya harga gas LPG bersubsidi ini.
Menurut pengamatannya, beberapa waktu belakangan di Paser sudah mulai banyak dijual gas 3 Kg di sejumlah warung. Namun demikian, harga jualnya lebih mahal dan tidak sesuai dengan ketetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) di Paser.
"Banyak tabung gas bersubsidi dijual di warung-warung, tapi harganya tidak lagi sesuai dengan HET," jelasnya.
Editor: Maruly Zainuddin