Sudirman, warga di Kelurahan Longkali yang rumahnya terendam banjir kepada Korankaltim.com mengatakan, banjir tersebut merupakan musibah rutin yang dirasakan masyarakat namun setiap tahun ketinggian air tidak sama.
"Sudah empat tahun belakangan ini kami selalu menjadi langganan banjir, hanya saja banjir besar terjadi di tahun 2021, di tahun 2022 juga terjadi banjir tapi tidak setinggi ini," ucap Sudirman Jumat (17/3/23) hari ini.
Banjir berdampak pada usaha pertanian dan perkebunan masyarakat. Pria 62 tahun itu mengaku lebih dari dua ribu hektar sawah petani dan kebun masyarakat terendam, berpotensi pada gagal panen.
"Sepanjangan Sungai Telake ini, ada sekitar dua ribu hektar lebih lahan pertanian dan perkebunan masyarakat, kalau sudah banjir seperti ini sudah pasti gagal panen," ujarnya.
Bantuan tidak hanya dibutuhkan pada saat musibah banjir saja namun pasca banjir selesai terutama bagi masyarakat petani dan pekebun. "Petani dan pekebun pasti membutuhkan bantuan pasca banjir, apa lagi bagi petani dan pekebun, setidaknya kami juga membutuhkan bibit dan pupuk," tutup Sudirman.
Editor: Aspian Nur