Aspek penilaian mencakup pengelolaan konservasi mineral dan batu bara, pengelolaan standarisasi dan usaha jasa pertambangan mineral dan batu bara, pengelolaan teknis pertambangan mineral dan batu bara, pengelolaan keselamatan pertambangan mineral dan batu bara serta pengelolaan lingkungan hidup pertambangan mineral dan batu bara.
Staf khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan dan Tata Kelola Sektor Mineral dan Batubara Irwandy Arif mewakili Menteri ESDM dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha pertambangan yang menerima penghargaan ini.
“Selamat kepada para penerima penghargaan, semoga dapat menjadi role model dalam menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik," ucap Irwandy Arif.
PT Kideco sendiri berhasil mendapat penghargaan tertinggi berupa Piagam Aditama untuk aspek Pengelolaan Standarisasi dan Usaha Jasa Pertambangan Batu Bara. Kideco juga meraih 3 penghargaan lainnya yaitu Piagam Aditama untuk aspek Pengelolaan Teknis Pertambangan Batu Bara, Piagam Aditama untuk aspek Pengelolaan Lingkungan Hidup Pertambangan Batu Bara serta Piagam Utama untuk aspek Konservasi Batu Bara.
Direktur Utama PT Kideco Jaya Agung M. Kurnia Ariawan usai menerima penghargaan mengutarakan apa yang mereka raih ini bukti komitmen Kideco telah menjalankan prinsip Good Mining Practice di seluruh aktifitas operasional perusahaan.
"Satu kepercayaan dari pemerintah kepada kami yang tentunya akan tetap kami jaga. Selain itu kami juga berkomitmen untuk terus melakukan inovasi serta memperkuat aspek ESG dalam mewujudkan perusahaan yang produktif, efektif, efisien dan berkelanjutan," terang Kurnia Ariawa.
Kideco sendiri sudah melakukan beberapa terobosan sebagai upaya mewujudkan operasional pertambangan yang berkelanjutan. "Upaya yang dilakukan yakni, menjalin kerjasama dan komitmen dengan mitra bisnis dalam implementasi target Environment, Social and Governance (ESG) yang telah ditetapkan untuk dijalankan bersama". imbuhnya
Penerapan ESG terwujud dalam beberapa target dan komitmen antara lain, penurunan konsumsi bahan bakar dalam proses produksi, penggunaan energi terbarukan seperti solar panel dan bus listrik, penanaman pohon dan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai upaya dekarbonisasi (penyerapan emisi), memastikan kemandirian masyarakat melalui beberapa program CSR yang dijalankan, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah dan terakhir memastikan tata kelola perusahaan berjalan dengan baik dengan diperolehnya standar internasional sertifikasi ISO 370001 Anti Bribery Management System yang harus terus dipertahankan.
Penulis : Dwi Cahyo
Editor: Aspian Nur