Kepala Dinas Perhubungan Paser Inayatullah kepada Korankaltim.com Jumat (29/7/2022) hari ini menjelaskan, BBM bersubsidi merupakan keperluan penting masyarakat hanya saja penyalurannya selalu melebihi kuota yang ada.
"Kami sudah koordinasi dengan Pertamina untuk mendapatkan data kuota keperluan normal BBM bersubsidi di Paser dan mencari solusi agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran," ujar Inayatullah.
Dinas Perhubungan Paser melakukan pembatasan pengisian BBM bersubsidi dan sudah memanggil sejumlah pengelola angkutan umum baik anhkutan orang maupun angkutan barang.
"Sebelum surat pemberitahuan pembatasan BBM diterbitkan bupati Paser, kami sudah berkoordinasi dengan pengusaha angkutan umum," ungkapnya.
Mereka juga sudah memperlajari pengelolaan penyaluran BBM bersubsidi di beberapa daerah dan akan menerapkan hal yang sama yaitu menggunakan kartu kendali.
"Dengan kartu kendali kami bisa menertibkan layanan pengisian BBM bersubsidi. Yang tidak memiliki kartu kendali ini tidak akan dilayani," tegasnya.
Untuk pengisian maksimal BBM mereka sudah mendapatkan hitungan jumlah pengisian maksimal setiap kendaraan tapi belum bisa dipublikasikan.
"Kami sudah tahu hitungan BBM untuk setiap kendaraan tapi masih menunggu persetujuan bupati tertulis," tutup Inayatullah.
Penulis: */Dwi Cahyo
Editor: Aspian Nur