Berkaitan dengan target tersebut, Kepala Kantor Cabang Pembantu Bulog Tanah Grogot, M Rady menyampaikan bahwa pada semester pertama tahun 2022 ini sudah melakukan penyerapan padi lokal sebanyak 650 ton. “Semenjak April kami sudah melakukan penyerapan beras lokal mencapai 65 persen dari target kami seribu ton,” ucap Rady.l, Jumat (20/5).
Beras tersebut diterima Bulog melalui mitra dan satuan kerja (satker) di wilayah Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser. Sementara dari target yang ditetapkan, masih terdapat kekurangan sebanyak 35 persen.
Dirinya meyakini bahwa target penyerapan beras lokal bisa terpenuhi pada akhir tahun. Sebab masih akan dilakukan penyerapan beras petani di semester dua nanti.
“Sekarang petani sudah melakukan penanaman. Nanti mendekati akhir tahun petani sudah mulai panen. Jadi kami yakin 35 persen target yang belum terpenuhi, bisa terpenuhi di semester dua,” ujarnya optimistis.
Ia mengaku, beras yang diterima Bulog dari petani tersebut sesuai dengan persyaratan kualitas yang ditetapkan dalam Permendag 24 tahun 2020. Mulai dari permasalahan kadar air maksimal 14 persen dan broken maksimal 20 persen dan minimal 2 persen.
“Beras yang kami peroleh dari petani lokal di tahun ini cukup bagus. Makanya kami bisa melakukan penyerapan beras petani lokal cukup besar,” ungkapnya.
Dia berharap upaya penyerapan beras petani lokal juga bisa mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Paser. Terlebih lagi dalam hal penyaluran beras dari Bulog.
“Penyerapan bisa saja kami lakukan dalam jumlah besar, tapi kami juga perlu dukungan dari pemerintah terlebih lagi untuk penyaluran berasnya. Bisa dari beberapa program pemerintah,” pungkasnya. (*/kk)
Penulis: */Dwi Cahyo
Editor: Supiansyah