Dalam aksi itu, petani juga membawa satu pikap TBS yang mereka sebut sebagai hadiah untuk Bupati Paser Fahmi Fadli.
Koordinator aksi, Slamet membacakan lima tuntutan di hadapan Bupati Paser dan unsur Forkopimda yang menemui mereka. Yakni:
1. Meminta bupati melindungi petani akibat turunnya harga TBS sawit antara 50-75 persen di Kabupaten Paser.
2. Meminta Presiden Joko Widodo melalui Bupati untuk meninjau ulang kebijakan larangan ekspor sawit dan produk minyak goreng serta bahan bakunya karena dampaknya ?angsung ke harga TBS petani.
3. Meminta bupati mendukung distribusi MGS terkhusus yang subsidi BPDPKS di Kabupaten Paser.
4.Meminta Bupati Paser agar memerintahkan Kepala Dinas Perkebunan segera melakukan investigasi ke PKS-PKS, dengan harapan tidak secara sepihak menetapkan harga TBS petani dan harus sesuai dengan penetapan harga TBS Dinas Perkebunan Provinsi.
5.Meminta bupati agar mendukung pendirian PKS dan pabrik minyak goreng petani di Kabupaten Paser.
"Lima poin tuntutan kami kepada bupati Paser yang tentunya menjadi harapan kami agar bisa segera ditindaklanjuti," ucap Slamet.
Sementara Bupati Paser Fahmi Fadli yang secara langsung menemui peserta aksi tersebut menyampaikan, pemkab Paser akan menindaklanjuti tuntutan peserta aksi melalui pertemuan bersama dinas terkait.
"Nanti kami akan rapatkan kembali bersama dinas dan instansi terkait. Untuk membahas permasalahan petani kelapa sawit yang disampaikan melalui lima poin tuntutan ini," ucap Fahmi Fadli.
Ia mengaku bahwa dalam waktu satu tahun ke depan, Pemkab Paser telah merencanakan upaya pembinaan kepada petani kelapa sawit. Ia berharap petani semakin berkembang dan meningkat kesejahteraannya.
"Langkah ke depan masih akan di bicarakan, tapi yang jelas satu tahun ke depan kami akan melakukan pembinaan kepada petani kelapa sawit Kabupaten Paser," pungkasnya.
Penulis: Dwi Cahyo
Editor: Supiansyah