"Terdapat beberapa program dan kegiatan yang diselaraskan dengan program kerja kami, mengingat ada beberapa bagian yang sama dan sifatnya melanjutkan atau menuntaskan program pemerintahan sebelumnya," ucap Fahmi Fadli saat di hadapan 30 Anggota DPRD Paser.
Dijelaskan, di tahun 2021 APBD Kabupaten Paser mencapai Rp1,92 triliun, kemudian pada APBD Perubahan terjadi kenaikan sebesar Rp 717 miliar.
Dengan demikian total keseluruhan APBD Kabupaten Paser tahun 2021 mencapai Rp2,64 triliun. Sementara itu, realisasi penggunaan APBD Tahun 2021 mencapai Rp2,36 triliun atau mencapai 89,95 persen.
"Ada beberapa program yang belum tuntas pelaksanaannya, untuk itu kami terus berupaya untuk berbenah dan mewujudkan percepatan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.
Dalam hal realisasi, ia memaparkan terdapat dua bagian. Yakni, Pendapatan dan Belanja Daerah. Untuk pendapatan sendiri di katakan terdapat tiga item. Yakni, PAD dari rencana Rp165,49 miliar menjadi Rp270,14 miliar, Pendapatan Transfer Rp1,89 triliun dengan realisasi Rp1,91 triliun, sementara Pendapatan Lain-Lain Yang Sah dari rencana Rp44,96 miliar dengan realisasi Rp32,14 miliar.
Sementara itu, di sisi Belanja Daerah, terdapat Belanja Operasi dari yang dianggarkan Rp1,82 triliun dengan realisasi Rp1,66 miliar atau 90,85 persen dari rencana. Belanja Modal dianggarkan Rp492 miliar dengan realisasi Rp436,17 miliar atau 88,65 persen.
Selain itu, Belanja Tidak Terduga dianggarkan Rp10,5 miliar dengan realisasi Rp8,34 miliar atau 80,33 persen. Sementara Belanja Transfer dianggarkan Rp295,77 miliar dengan realisasi Rp230,11 miliar dengan realisasi Rp230,01 miliar atau 77,77 persen.
"Kami harap masyarakat dpaat memberikan penilaian yang objektif terhadap pelaksanaan pemerontahan dan upaya pembangunan yang di kerjakan. Sehingga ke depan mampu melaksanakan pembangunan yang lebih baik lagi," paparnya.
Penulis: Dwi Cahyo
Editor: Supuansyah