"Gas dari dalam lobang saat di bakar keluar api. Kedalaman sumur 73 meter, namun di kedalaman 50 meter sudah tercium aroma gas," ucap Iwan Himawan dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (25/3/2022).
Atas kejadian itu, ia berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Long Ikis, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Dinas Lingkungan Hidup.
Tim Pertamina Booster Long Ikis yang melakukan pemeriksaan memastikan bahwa gas itu bukan disebabkan oleh kebocoran pipa dan bau gas yang keluar merupakan metana.
"Karena jarak pipa gas pertamina dengan titik penggalian sumur berjarak 700 meter. Diperkirakan Pertamina merupakan gas permukaan," jelasnya.
Selain pihak pertamina, pihak DLH juga turut meninjau lokasi kejadian tersebut, serta mengambil sampel air dari penggalian sumur bor tersebut untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
“DLH mengambil sampel untuk diteliti apakah air dari sumur tersebuut berbahaya bagi kesehatan warga atau tidak, karena dari DLH meyakini bau gas itu merupakan minyak bumi,” jelasnya.
Petugas BPBD telah memasang police line di area sumur untuk mengantisipasi peristiwa yang berbahaya bagi masyarakat.
Penulis: Dwi Cahyo
Editor: Supiansyah