Nakhoda berencana mengantar ketiga penumpang yang merupakan keluarganya ke Desa Lori, Kecamatan Tanjung Harapan.
Namun saat hendak melintasi perairan Tanjung Aru, kapal itu terhampas ombak besar. Sehingga membuat kapal terbalik.
"Kapal ini sudah tidak mampu melawan besarnya gelombang laut, akhirnya kapal kayu yang ditumpangi ini terbalik," ujar Slamet, Selasa (8/3).
Salah satu penumpang berenang dan menepi di Desa Tanjung Aru dan meminta pertolongan.
Selanjutnya, personel Polsek Tanjung Harapan bersama warga berupaya melakukan pencarian dan berhasil melakukan evakuasi kepada seluruh penumpang dan motoris kapal kayu tersebut.
"Seluruh korban berhasil kami evakuasi ke darat. Namun, dalam perjalanan ke puskesmas, nakhoda yang memiliki riwayat asma dan terlalu banyak menelan air laut meninggal dunia,” ungkapnya.
Jenazah korban telah dimakamkan di Desa Tanjung Aru. "Pihak keluarga menolak dilakukannya autopsi dan meminta agar jenazah korban dimakamkan," pungkasnya. (*/kk)
Penulis: */Dwi Cahyo
Editor: Supiansyah