Ia menjelaskan bahwa pedagang sayur yang membuka lapak di jalan blok pasar penampungan menghalangi kendaraan yang akan membawa material.
"Kami berupaya menata pasar, saat ini yang tampak kumuh di blok pasar penampungan. Karena pedagang sayur yang lapaknya terbakar dulu kami tempatkan sementara di pasar penampungan, sekarang mereka harus pindah ke lapak yang sudah kami siapkan," ucap Arshad, Rabu (16/2/2021) dini hari.
Di tengah upaya relokasi tersebut, sebagian besar pedagang bertindak persuasif dan mengikuti arahan petugas. Namun ada seorang pedagang yang merasa keberatan karena meja jualan miliknya diangkut petugas. Karena meja yang yang ia miliki berada di tepi badan jalan masuk blok pasar penampungan.
"Kami memaklumi pedagang yang bertindak demikian, karena setiap pelaksanaan relokasi pedagang pasti saja ada yang terima dan tidak. Tapi kami tetap upayakan melaksanakan relokasi secara persuasif dan kami memahami kondisi pedagang di sini," ungkapnya.
Pelaksanaan relokasi dilakukan secara bertahap selama tiga hari ke depan. Sehingga pedagang bisa memindahkan seluruh barang yang dimiliki ke lokasi lapak dagangan sayur telah disiapkan petugas pasar.
"Semoga saja dalam waktu tiga hari ini pedagang bisa memindahkan seluruh barangnya ke lokasi yang baru," pungkasnya.
Penulis: Dwi Cahyo
Editor: Supiansyah