"Kami sangat kecewa dengan adanya ungkapan Edy Mulyadi yang berkaitan dengn IKN karena kami ketahui di wilayah IKN tidak ada tempat yang namanya tempat Jin buang anak, lahir Kuntilanak dan Genderuwo," ucap Ym Aji Muhammad Jarnawi, Minggu (23/1/2021).
Ia meminta agar Edy Mulyadi segera menarik ucapannya tersebut dan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Kalimantan.
"Kami harap bisa segera menyampaikan permohonan maaf terkhusus kepada masyarakat Kalimantan. Kalau masalah hukum kami serahkan kepada pihak yang berwenang," tegasnya.
Sultan juga menyampaikan warga Kalimantan masih menjunjung tinggi adat, budaya dan estetika ketimuran. Sementara itu ucapan Edy Mulyadi dianggap tidak menghargai adat ketimuran di warga Kalimantan.
"Kalimantan masih menjunjung tinggi adat budaya, untuk itu kami tentu akan melakukan denda adat kepada Edy Mulyadi. Semua aturan denda adat sudah tertuang didalam kitab kesultanan Paser," pungkasnya.
Penulis : Dwi Cahyo
Editor : Bambang Irawan