"Banyak orang berpendapat bahwa hijrah identik dengan pakaian dan penampilan yang lebih tertutup. Selain itu orang yang tadinya mabuk terus berhenti dan lainnya. Tapi dari film ini kami mencoba mengajak hijrah dengan memperhatikan kondisi lingkungan," ucap Aprial Fakih, Jumat (24/12/2021).
Ia menyampaikan hal yang mendasari pembuatan film tersebut dikarenakan miris dengan kondisi lingkungan. Ia menilai bahwa tidak banyak penceramah dan aktifis muslim yang konsen pada permasalahan lingkungan.
"Melalui film ini kami mengajak penonton untuk lebih mendalami prinsip hijrah itu sendiri. Terutama dalam lingkungan, melalui film ini kami berharap penonton juga bisa hijrah dalam pandangan kondisi lingkungan yang akhirnya kondisi lingkungan semakin membaik," jelasnya.
Disampaikan film tersebut merupakan debut pertamanya yang bernuansa Islam. Untuk itu ia juga bekerjasama dengan konsultan Film. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya kesalahan teks dalam naskah film The Hijrah serta menghindari terjadinya kontroversi.
"Kami melibatkan konsultan film untuk merilis The Hijrah, bahkan kami melibatkan talenta dan pemain dari tiga daerah di Kalimantan Timur. Mulai dari Kabupaten Paser, Balikpapan dan Samarinda," ucapnya.
Ia mengatakan film tersebut akan di tayangkan perdana di Bioskop CGV Cinemas Plaza Balikpapan Januari 2022.
"Kami berharap dengan ditayangkannya film The Hijrah ini bisa memberikan dampak besar untuk kabupaten Paser terutama di kalangan pemuda Paser," pungkasnya.
Penulis : Dwi Cahyo
Editor : Bambang Irawan