"Sebagai konsekuensi secara moral kepada diri sendiri, maka saya putuskan untuk mengambil tindakan ini. Apalagi sekarang saya juga sudah masuk purna tugas, jadi keputusan ini diambil dengan ikhlas," ucap Heriansyah.
Ia menyampaikan peristiwa yang melibatkan oknum Satpol PP pada malam itu merupakan tanggungjawabnya sebagai kepala satuan. Sehingga ia memiliki beban moral dan bertanggungjawab. Dirinya pun siap menerima konsekuensi apa pun terhadap keputusan yang diberikan oleh pimpinan daerah.
"Saya sudah pamit sama Kepala BKPSDM secara lisan. Jadi meskipun ada pelantikan atau mutasi jabatan eselon II dalam waktu dekat ini, pindah atau tetap di Satpol-PP, saya akan tetap mengambil keputusan untuk mundur sembari menunggu masa pensiunnya di akhir 2021 ini," tegasnya.
Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Paser, Suwito membenarkan adanya usulan mundur dari jabatan oleh kepala Satpol PP. "Itu benar bahwa yang bersangkutan telah menyampaikan keputusannya untuk mengundurkan diri, keputusan akhir tinggal menunggu keputusan dari Bupati Paser," ujar Suwito, Senin (30/8).
Bupati Paser dr Fahmi Fadli menyampaikan telah membebaskankan Heriansyah Idris dari jabatannya sebagai kepala Satpol PP. Dalam setiap rapat pelaksanaan operasi yustisi, dr Fahmi Fadli yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Paser tidak pernah mengarahkan untuk melakukan tindakan kekerasan.
"Sudah menjadi konsekuensi yang harus dilaksanakan. Kami tidak pernah mengarahkan dalam pelaksanaan operasi yustisi dilakukan kekerasan," ujarnya. Meski peristiwa pemukulan berakhir damai namun sanksi bagi oknum penganiayaan tetap diberikan. "Sanksi bagi oknum tetap ada. Salah satunya pencopotan saudara Heriansyah sebagai kepala Satpol PP," ujarnya.
Ia berharap peristiwa serupa tidak lagi terjadi di wilayah Kabupaten Paser. Ia mengingatkan pemerintah sejatinya ada untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga pemerintah harus hadir di setiap kesulitan masyarakat.
"Pemerintah ini ada untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat, jadi adanya peristiwa ini tentu menjadi catatan tersendiri. Semoga saja hal serupa tidak terjadi lagi," pungkasnya. (*/kk)
Penulis : */Dwi cahyo
Editor : Bambang Irawan