Ridwan, seorang peserta aksi menyampaikan mereka hadir untuk memberikan dukungan kepada Pemkab Paser dan aparat penegak hukum untuk melaksanakan penegakkan hukum dengan tegas. "Ini negara hukum, ada aturan yang mengatur. Jadi kami disini hadir untuk meminta kepada pemerintah dan kepolisian agar menegakkan hukum dengan tegas," ucap Ridwan siang tadi.
Mereka menuntut kapada Polres Paser agar dalam dua hari kedepan bisa memberikan kejelasan siapa saja pelaku pemukulan tersebut. "Kami minta dalam waktu dua hari polisi bisa memberikan informasi siapa saja pelaku dari peristiwa pemukulan tersebut. Kalau dalam dua hari nanti tidak ada kejelasan, maka kami akan turun dengan masa yang lebih banyak lagi," tegasnya.
Berkaitan dengan hal tersebut, Wakil Bupati Paser Hj Syarifah Masitah Assegaf didampingi juga oleh Kapolres Paser AKBP Eko Susanto, Komandan Kodim 0904/Paser Letkol Czi. Widya Wijanarko melaksanakan pertemuan bersama dengan perwakilan peserta aksi dan ada tiga poin kesimpulan.
Pertama pemkab sangat menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut dan memohon maaf atas terjadinya peristiwa tersebut dan berharap peristiwa serupa tidak lagi terulang. Kedua, Polres Paser akan berupaya semaksimal mungkin dua hari kedepan sudah dapat menentukan tersangkanya.
Ketiga, Pemkab Paser akan melaksanakan rapat Satgas Covid-19 untuk memutuskan langkah yang tepat untuk memberikan solusi dalam permaslahan tersebut. "Kami telah mengambil sikap dalam penyelesaian permasalahan ini. Dari tiga poin ini kami harap bisa memberikan jawaban atas kekhawatiran masyarakat Paser," ucap Syarifah.
Ia juga mendapat arahan dari Bupati Paser dr Fahmi Fadli agar tetap tegas pada aturan negara. Jika memang ada pelanggaran maka harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Syarifah mengimbau kepada seluruh masyarakat Paser agar tetap tenang dan mampu menjaga kondusifitas. "Kami harap masyarakat Paser mempercayakan permasalahan ini kepada pihak kepolisian," tutup Syarifah. (*/kk)
Penulis: */Dwi Cahyo
Editor: Aspian Nur