Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Paser Muhammad Fauji menyampaikan, lahan yang semula disediakan seluas 3 hektar sudah terisi 134 pemakaman.
“Lahan yang khusus untuk digunakan sebagai pemakaman Covid-19 seluas tiga hektar tapi tidak seluruhnya bisa langsung digunakan, jadi kami membatasi area pemakaman Covid dengan pemakaman umum di area pemakaman Desa Jone karena sekarang lahan yang tersedia sudah sangat menipis. Makanya kami mencoba melakukan pematangan lahan untuk meluaskan area pemakaman Covid-19,” ucap Fauji Jumat (23/7/2021) siang tadi.
Pembukaan lahan dilakukan sebagai antisipasi terhadap penambahan kasus meninggal dunia dari pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 mekipun ia tidak menghendaki terjadinya penambahan kasus meninggal karena corona di Paser.
“Kami mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi kasus meninggal dunia pasien Covid-19 tapi kami harap itu tidak terjadi,” tegas Fauji.
Dengan keterbatasan anggaran pihaknya hanya bisa mengajak sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergotong royong membersihkan lahan pemakaman karena DPKPP Paser terkendala alat mengingat lahan yang ada saat ini masih dipenuhi dengan pohon dan semak belukar.
“kami tidak punya alat untuk melakukan pembukaan lahan, jadi kami berkoordinasi dengan pihak PUTR dan Dinas Pertanian dan Holtikultura. Jadi alat yang digunakan untuk pembukaan lahan saat ini eksafator mini milik dinas pertanian dan Holtikultura,” tutup Fauji.
Penulis : Dwi Cahyo
Editor: Aspian Nur