Harus jujur diakui,
bahwa dampak dari Pandemi ini sangat variatif, sebanding dengan berbagai
varian Covid-19, yang mungkin akan
berkembang seiring dengan pergantian masa. Namun, hal itu berbanding terbalik
dengan Desa Kerang Dayo ini, dari 3.500 warga setempat, yang
terindikasi positif Covid-19 hanya 6 orang saja, dan semuanya dinyatakan
sudah sehat, sungguh sebuah catatan yang sangat luar biasa.

Bukan tanpa alasan, pertimbangan
Komando Atas memilih Desa ini ditinjau dari dua aspek utama, yaitu aspek
Pertahanan yang memfokuskan pada Jalur Logistik untuk Dukungan Operasi Pasukan,
mengoptimalkan kapasitas Desa Kerang Dayo sebagai Daerah Pusat Logistik dan
menjadikannya sebagai daerah Kantong. Di sisi lain, dislokasi Desa ini juga
mampu untuk meningkatkan aspek Kesejahteraan Masyarakat, dengan cara membuka
akses lahan ketahanan pangan, membuka akses jalan sehingga mampu untuk menekan
angka masyarakat yang masih buta aksara.
Kami pun mulai
bergerak untuk melaksanakan target kegiatan TMMD, yakni membuat badan jalan
sepanjang 3.950 meter dengan lebar 6 meter, memasang 4 titik gorong-gorong, dan
rehab 1 unit rumah tidak layak huni dengan ukuran 5x6 meter dengan pemilik
rumah Bernama Nasruni, 50 th yang bekerja sebagai buruh tani. Di samping itu,
kami juga melaksanakan kegiatan dengan target non fisik yang bersifat
penyuluhan/sosialisasi, kegiatan sunatan massal dan yang
menjadi perhatian khusus adalah pengajaran buta aksara bagi 45 warga Desa Kerang Dayo.
Sasaran tersebut
merupakan target yang akan dicapai secara maksimal dengan catatan, aspek Pendidikan
dimana masih cukup banyak warga yang buta aksara harus segera di kurangi dan di
tindak lanjuti. Sehingga upaya kami adalah tetap memaksimalkan dan mengupayakan
tenaga pendidik yang ada, walaupun tenaga terkuras dengan kegiatan fisik di
lapangan, namun tujuan mulia tersebut, selalu mengingatkan kami untuk tetap
siaga dan berbagi ilmu dengan sukarela.

Di tengah Pandemi
yang kian mewabah akhir-akhir ini, kami harus tetap menyalakan semangat
perjuangan dalam membantu Ibu Kandung kami, yakni rakyat, agar dapat
melaksanakan kegiatan sehari-hari dalam standar kelayakan serta mendapatkan
kesejahteraan Pendidikan yang minimal setara dengan Kota tetangga.
Kami harus ingat
bahwa TNI dan rakyat adalah sebagai suatu tubuh yang
saling menjaga satu sama lain, sebagaimana semboyan Panglima Sudirman, yang
mengatakan bahwa TNI adalah bukan suatu organisasi di luar Rakyat, tetapi TNI
adalah organisasi dalam tubuh Rakyat itu sendiri.
Semangat inilah yang
memberikan kami kekuatan untuk melaksanakan tugas menuntaskan sasaran tambahan
yang diberikan, yaitu penambahan jarak sasaran sepanjang 1,7 km, pengecatan
rumah ibadah, pengecatan rumah tempat tinggal kami yang di sediakan oleh warga
setempat dan pembuatan tugu TMMD.
Berdasarkan
data dan fakta yang kami kumpulkan, ternyata melalui TMMD ini pemerintah dapat
menghemat anggaran mencapai 60%, pencapaian kami pun tidak membutuhkan waktu
yang lama, serta keberhasilan kami dalam membangun jarak Panjang jalan dari 3,9
km menjadi 5,6 km.
Seiring waktu berjalan, kami pun berhasil menuntaskan seluruh target
yang diberikan, sudah selayaknya kami mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan YME,
kepada masyarakat yang sudah bersedia menjadi partner dalam pelaksanaan tugas,
serta kepada rekan-rekan prajurit yang telah memberikan pengorbanan jiwa dan
raga dengan ikhlas demi tercapainya tujuan yang luhur dan mulia ini.
Tanpa
rakyat kami bukanlah apa-apa, Pengabdian itu bukanlah tentang pangkat dan
jabatan, tetapi tentang ketulusan dan keikhlasan. Jayalah selalu TNI, sekarang
dan selamanya.
Kapendam VI/Mulawarman,
Letkol Inf Taufik Hanif.
.