
“kami memiliki dua agenda penting, meskipun saat ini belum memasuki tahapan Pemilu. Dua program ini kami laksanakan secara berkala. Kegiatan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dan pembentukan desa sadar pemilih pemilu,” ucap Qayyim. Minggu (13/6/2021) kemarin.
Desa Senaken di Kecamatan Tanah Grogot sudah ditetapkan sebagai Desa Sadar Pemilih Pemilu tersebut. alasannya, desa itu masuk kategori desa yang memiliki kultur desa majemuk dan partisipasi pemilih pada pemilihan dan pemilu sebelumnya yang tidak mencapai 70 persen.
“Setelah Desa Senaken, masih ada beberapa desa lagi yang akan kami bentuk,” ungkapnya. Pembentukan Desa Sadar Pemilih Pemilu bertujuan guna menciptakan ruang-ruang demokrasi di semua desa karena dinilai saat ini masyarakat Paser sudah melek terhadap pemilu.
“Hanya saja perlu ruang demokrasi agar masyarakat bisa memberikan pilihan yang tepat pada saat pemilu serta menjadi pemilih yang cerdas,” jelas Rusyid lagi. Angka partisipasi pemilih di Paser pada Pemilu terakhir di tahun 2020 lalu hanya mencapai angka 66,98 persen, dibawah dari target yang telah ditentukan oleh KPU RI yakni 77,5 persen.
Meski demikian angka partisipasi pemilih di setiap Pemilu selalu mengalami peningkatan. "Karena itu kami semakin gencar melakukan sosialisasi, agar partisipasi pemilih meningkat dan ingin menjadi tanggungjawab semua pihak antara lain penyelenggara baik KPU dan Bawaslu, Pemerintah, tokoh masyarakat, pendidik, dan partai politik.Ini akan terus dilakukan sampai memasuki tahapan pemilu selanjutnya,” papar Rusyid.
Partai politik juga diminta untuk melakukan kegiatan sosialisasi melalui berbagai kegiatan kepartaian. Sehingga angka dan persentase pemilih pada pemilu mendatang bisa mengalami peningkatan.
"Jadi ini upaya KPU dalam mempersiapkan pelaksanaan pemilihan serentak 2024. Disini kami juga meminta kepada setiap partai politik juga bisa melakukan program yang dapat mendukung peningkatan angka partisipasi pemilih,” tutup Rusyid.
Penulis: */Dwi Cahyo
Editor: Aspian Nur