Kepala Seksi Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Pertamanan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Ardi Setiawan menyampaikan area pemakaman yang disediakan dengan luasan mencapai tiga hektare, tidak seluruhnya bisa digunakan sebab masih berupa lahan kosong dengan berbagai jenis tumbuhan hutan.
"Kami dari tim pemakaman disediakan lahan seluas tiga hektare untuk pemakaman Covid-19. Posisi pemakaman Covid sudah semakin berkurang. Jika harus dilanjutkan kurang lebih tersisa 20 sampai 30 lubang makam yang bisa di gunakan," ucap Ardi Setiawan, Rabu (10/2/2021).
Hal tersebut dikarenakan lokasi pemakaman tersebut merupakan pemakaman baru dengan kondisi kontur tanah yang miring. Sehingga dikhawatirkan terjadi rembesan yang dapat berpengaruh terhadap petugas penggali makam.
"Makam ini kami buat dengan berjarak, karena lokasi dan kontur tanah ini berbeda dengan pemakaman yang sudah lama. Di sini lokasi baru dengan kontur tanah yang miring kami khawatir terjadi rembesan. Jika ini terjadi akan berpengaruh pada petugas penggali makam," terangnya.
Semakin mepetnya area pemakaman yang sudah siap pakai tersebut dengan pemakaman umum, maka ia meminta agar segera dilakukan pembukaan lahan. "Kami harap bisa segera dilakukan pembukaan lahan untuk dipersiapkan sebagai lahan pemakaman Covid-19. Sebelum lahan yang ada terpakai semua," harapnya.
Penulis : Dwi Cahyo
Editor : Bambang Irawan