Dalam kegiatan tersebut Kapolres Paser dan Komandan Kodim mengawali pelaksanaan suntik Vaksin Sinovac. Kemudian disusul oleh Kepala Kejaksaan Negeri Paser dan Sekda Kabupaten Paser. Sementara itu Wakil Bupati Paser H. Kaharuddin tidak menerima Vaksin Sinovac tersebut lantaran faktor usia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paser Amir Faisol menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk meyakinkan kepada masyarakat bahwa pemberian vaksin tersebut aman dilakukan.
"Ini sebagai langkah untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Paser. Hari ini diawali oleh unsur muspida untuk meyakinkan kepada masyarakat bahwa vaksin ini aman," ucap Amir Faisol. Jumat (29/1/2021).
Ia mengatakan bahwa untuk tahap awal ini Kabupaten Paser mendapatkan vaksin sebanyak 3600 Vial yang diperuntukkan bagi unsur muspida dan seluruh tenaga kesehatan se-kabupaten Paser.
"Jadi ada 1800 orang yang akan divaksin untuk tahap awal ini. Mulai dari unsur muspida, perwakilan tokoh masyarakat dan Tokoh agama. Selanjutnya vaksin akan diberikan kepada seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Paser," jelasnya.
Untuk tenaga kesehatan sendiri, di kabupaten Paser terdapat lebih dari 2.000 tenaga kesehatan. Namun terdapat 158 tenaga medis yang sebelumnya telah terkofirmasi positif. Sehingga tidak lagi menerima suntik Vaksin Sinovac.
"Jumlah tenaga media lebih dari 2 ribu tenaga medis. Tapi ada beberapa yang terkonfirmasi positif jadi tidak lagi diberikan vaksin sinofak," paparnya. Ia menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan program vaksinasi tersebut ia menargetkan bahwa sedikitnya 160 ribu jiwa penduduk Kabupaten Paser akan menerima vaksin. Namun pelaksanaannya tentu secara bertahap.
"Setidaknya 70 persen dari jumlah penduduk sudah mengikuti Vaksin. Sekitar 160 ribu warga kabupaten Paser yang harus di vaksin. Tapi sekarang kami masih fokus dengan tahap awal," paparnya.
Ia berharap pelaksanaan Program Vaksinasi tersebut dapat terlaksana dengan lancar. Sehingga upaya pencegahan Covid-19 juga bisa dilakukan dengan maksimal. "Semoga saja program ini bisa terlaksana dengan baik, jadi kedepan potensi penyebaran Covid-19 bisa terminimalisir," pungkasnya.[]
Penulis : */Dwi Cahyo
Editor : Rusdi