Dua medali emas, dua perak, dan satu perunggu yang diraih menjadi bukti konkret keberhasilan pembinaan atlet usia muda yang selama ini dijalankan SKOI Kaltim.
Medali emas dipersembahkan atlet putri junior, Zaqira Nurhalisa di kelas under 46 kilogram dan Meyka Aurora Wihelina di kelas under 55 kilogram. Keduanya tampil dominan sejak babak awal hingga final untuk memastikan Merah Putih berkibar di podium tertinggi.
Penampilan impresif juga ditunjukkan Nouval Alfa Meidy. Di usia 17 tahun, ia dipercaya turun di kategori senior under 74 kilogram dan menghadapi lawan yang lebih berpengalaman. Nouval mampu melaju hingga final sebelum harus puas dengan medali perak usai menghadapi wakil PPLM DKI Jakarta/Universitas Negeri Jakarta.
Satu medali perak lainnya disumbangkan Sulthan Muzhaffar Syamsi Al Ayyubi dari kelas senior under 58 kilogram putra. Adapun Grescya Renata Silalahi melengkapi raihan tim dengan medali perunggu di kelas under 49 kilogram putri junior.
Pelatih Taekwondo SKOI Kaltim, Eny Pangestuningsih, mengatakan hasil di Malaysia merupakan buah dari proses pembinaan yang melibatkan banyak pihak, mulai dari pelatih, manajemen sekolah hingga dukungan orang tua atlet.
“Hasil ini merupakan buah dari kolaborasi dan sinergi yang solid antara orang tua siswa, tim pelatih, serta manajemen SKOI Kaltim. Kami akan terus berjuang untuk mengukir prestasi di level internasional,” ujar Eny, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bekal penting bagi para atlet untuk menatap agenda pembinaan berikutnya, termasuk persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Didampingi pelatih Kasdaniati Aziz dan pelatih fisik Herdiansyah, tim Taekwondo SKOI Kaltim optimistis pembinaan yang berkelanjutan akan melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang mampu bersaing di level internasional sekaligus memperkuat kontingen Kaltim pada berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.
Editor: Erwin